Rabu, 08 Juli 2026

Konservasi Bertemu Inovasi, Danramil Tegallalang Apresiasi Rumah Kunang-Kunang Taro

 

Gianyar – Tegallalang, Rabu (8/7/2026) Ketika cahaya kunang-kunang tetap mampu menerangi malam, di sanalah harapan akan lestarinya alam masih menyala. Menjaga kehidupan satwa kecil ini bukan sekadar melestarikan keanekaragaman hayati, tetapi juga mewariskan keseimbangan ekosistem bagi generasi mendatang. Semangat tersebut menjadi bagian dari kegiatan Penilaian Lapangan Anugerah Bali Swacitta Nugraha Provinsi Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Rumah Konservasi Kunang-Kunang, Banjar Tegal Dukuh Champ, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini dihadiri Danramil 1616-06/Tegallalang Kapten Inf Cokorda Agung Semandi bersama Babinsa Desa Taro Kopda I Gede Berana Yasa.

 

Penilaian lapangan merupakan tahapan dalam pemberian penghargaan terhadap inovasi daerah yang mengedepankan pelestarian lingkungan melalui Rumah Konservasi Kunang-Kunang. Kegiatan ini melibatkan unsur Pemerintah Provinsi Bali, akademisi, Forkopimcam Tegallalang, Pemerintah Desa Taro, pelaku usaha pariwisata, kelompok subak, serta berbagai mitra yang memiliki komitmen dalam menjaga kelestarian alam dan mengembangkan potensi wisata berbasis konservasi.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan tamu dan ramah tamah, dilanjutkan pemaparan perjalanan pengembangan Rumah Konservasi Kunang-Kunang. Tim penilai kemudian meninjau laboratorium konservasi, mengikuti diskusi mengenai upaya pelestarian kunang-kunang, menjelajahi habitat alami, mengenal potensi pangan lokal melalui kegiatan mini foraging, mengunjungi pusat pembelajaran pertanian regeneratif, meninjau area dapur, menikmati jamuan makan malam, melanjutkan sesi diskusi dan evaluasi, hingga penutupan kegiatan.

 

Danramil 1616-06/Tegallalang Kapten Inf Cokorda Agung Semandi mengapresiasi lahirnya inovasi konservasi yang mampu menggabungkan pelestarian lingkungan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, keberadaan Rumah Konservasi Kunang-Kunang menjadi contoh nyata bahwa menjaga alam dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi desa dan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar