Gianyar – Tampaksiring, Senin (29/6/2026) Ketika sastra
dan budaya tetap dijaga, maka jati diri sebuah bangsa akan terus hidup dari generasi
ke generasi. Dengan semangat tersebut, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I
Dewa Agung Hadisaputra, S.H. bersama Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav Rizal
Wijaya, S.H., M.I.P. menghadiri kegiatan Sastra Saraswati Sewana 2026 yang
dilaksanakan oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud di Wantilan Pura Tirta Empul, Banjar
Manukaya Let, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar.
Mengusung tema “Cakrawala Mandala Dwipantara”, kegiatan
ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pelestarian sastra, budaya, dan
nilai-nilai kearifan lokal Bali yang sarat makna spiritual serta filosofi
kehidupan.
Kehadiran Danrem 163/Wira Satya dan Dandim 1616/Gianyar
mencerminkan dukungan TNI terhadap berbagai kegiatan positif yang menjaga
keberlangsungan budaya serta mempererat hubungan harmonis bersama tokoh adat,
masyarakat, akademisi, dan para budayawan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danramil
1616-03/Tampaksiring Kapten Czi I Nyoman Wirahadi, Babinsa Desa Manukaya Sertu
I Komang Artika, Bhabinkamtibmas Desa Manukaya, Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud
Dr. A.A.G.N. Ari Dwipayana, para sulinggih, penglingsir Puri se-Bali,
perwakilan perguruan tinggi, budayawan, pemerhati sastra, serta undangan
lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi pembukaan,
pemahbah Ugra Wakya, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Kidung
Pengarcana Ida Bathara Dalem Sri Aji Kresna Kepakisan, serta Napak Pertiwi: Sri
Aji Dalem Jawi.
Acara dilanjutkan dengan Atur Panyambrahma dari Jro
Bendesa Desa Adat Manukaya Let Tampaksiring I Made Mawi Arnata, Atur Piuning
Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud Dr. A.A.G.N. Ari Dwipayana, serta penyerahan
Sastra Saraswati Sewana Nugraha 2026 kepada tokoh sastra I Gusti Bagus Sugriwa
dan Ida Wayan Oka Granoka.
Pada kesempatan tersebut, Danrem 163/Wira Satya
menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya menjaga nilai budaya dan
sastra sebagai warisan luhur yang menjadi kekuatan karakter masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Dharma Penuntun
Bhuwana Sarira Mandala yang menghadirkan para narasumber Dharma Panuntun, yaitu
Ida Pedanda Gede Putra Batuaji, Ida Pedanda Gede Putra Bun, serta YM Bhikku
Santacitto, dipandu moderator Ida Bagus Oka Manobhawa.
Melalui kehadiran dalam kegiatan tersebut, TNI terus
membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga nilai budaya,
memperkuat persatuan, serta mendukung pelestarian warisan leluhur Bali.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib,
dan penuh khidmat, kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata serta foto
bersama.
(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar