Gianyar – Blahbatuh, Rabu (18/3/2026) Dalam rangka menjaga
keamanan sekaligus mendukung keajegan tradisi budaya Bali, kegiatan pengarakan
ogoh-ogoh pada malam pengerupukan di Desa Keramas berlangsung semarak dan penuh
khidmat. Pusat keramaian terlihat di kawasan Catus Pata simpang empat Jalan
Maruti, Banjar Delod Peken, yang dipadati warga dari berbagai banjar yang
antusias menyaksikan jalannya arak-arakan.
Babinsa Desa Keramas Koramil 1616-04/Blahbatuh Sertu Nyoman
Lancar bersama Bhabinkamtibmas Desa Keramas Aiptu Made Artike serta pecalang
Desa Adat Keramas melaksanakan pengamanan secara terpadu untuk memastikan
seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib. Pengamanan juga didukung
oleh tujuh personel Polsek Blahbatuh, para prajuru adat, kelihan banjar, serta
partisipasi aktif masyarakat setempat.
Hari pengerupukan dalam kepercayaan masyarakat Hindu Bali
diyakini sebagai momentum untuk mengusir Bhuta Kala atau energi negatif dari
lingkungan sekitar sebelum umat Hindu menjalani Catur Brata Penyepian pada Hari
Raya Nyepi. Oleh karena itu, pengarakan ogoh-ogoh yang menjadi simbol Bhuta
Kala dilaksanakan dengan penuh makna spiritual sekaligus menjadi wujud
pelestarian warisan budaya leluhur.
Selama kegiatan berlangsung, Babinsa bersama unsur
pengamanan lainnya turut mengawal dan mendampingi jalannya pawai di sepanjang
rute pengarakan. Kehadiran aparat di tengah masyarakat memberikan rasa aman dan
nyaman bagi warga dalam menjalankan tradisi adat dan keyakinan yang telah
diwariskan oleh para pendahulu.
Berkat sinergi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, pecalang,
serta seluruh komponen masyarakat, kegiatan pengarakan ogoh-ogoh di Desa
Keramas dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kebersamaan hingga
acara berakhir.
(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar