Kamis, 26 Maret 2026

Babinsa Koramil 1616-06/Tegallalang Kawal Prosesi Pitra Yadnya Tokoh Masyarakat Desa Adat Timbul

 

Gianyar — Tegallalang, Kamis (26/3/2026) Suasana haru dan duka menyelimuti masyarakat Desa Adat Timbul, Desa Pupuan, saat digelarnya rangkaian Upacara Pitra Yadnya (Ngaben) bagi almarhum I Wayan Gandra, sosok tokoh masyarakat yang semasa hidupnya dikenal aktif mengabdi sebagai Wakil Bendesa Adat Timbul.

 

Dalam prosesi yang berlangsung di Bale Peyadnyan Desa Adat Timbul tersebut, Babinsa Desa Pupuan dari Koramil 1616-06/Tegallalang, Sertu I Komang Jena Saputra, bersama Bhabinkamtibmas Desa Pupuan Aiptu Ketut Suartana serta unit patroli Polsek Tegallalang yang dipimpin Pawas Aiptu Komang Agusana, bersinergi dengan pecalang setempat untuk mengamankan jalannya upacara agar berlangsung tertib dan khidmat.

 

Almarhum meninggal dunia akibat musibah kecelakaan lalu lintas yang dialaminya pada Selasa, 17 Maret 2026, di wilayah Denpasar. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga maupun masyarakat Desa Adat Timbul yang selama ini mengenalnya sebagai figur pengayom dan panutan.

 

Seluruh sarana dan prasarana upacara Ngaben sebelumnya telah dipelaspas dan diupacarai di setra Desa Adat Timbul yang lokasinya berdekatan dengan Bale Peyadnyan. Prosesi suci tersebut dipuput oleh Sri Mpu Jangga Dharma Astika dari Girya Taman Seraja Lingga Timbul, yang memimpin jalannya rangkaian upacara dengan penuh kekhidmatan.

 

Kehadiran Babinsa di tengah suasana duka ini menjadi wujud nyata kepedulian dan kedekatan aparat kewilayahan dengan masyarakat binaan. Bersama unsur Polri dan pecalang, Babinsa tidak hanya memastikan keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi keluarga almarhum serta masyarakat yang mengikuti prosesi hingga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar dan tertib.

 

Sinergi antara TNI, Polri, dan unsur adat dalam kegiatan ini kembali mencerminkan kuatnya kebersamaan dan gotong royong masyarakat Bali dalam menjaga nilai-nilai tradisi, sekaligus menunjukkan bahwa aparat negara senantiasa hadir, baik dalam suasana suka maupun duka, sebagai bagian dari pengabdian kepada rakyat.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar