Rabu, 18 Februari 2026

Dari Napak Pertiwi hingga Calonarang, Babinsa Bitera Kawal Tradisi Sakral Tetap Kondusif

 


Gianyar – Bitera, Rabu (18/2/2026)

Suasana magis yang menyelimuti malam di Desa Adat Bitera menjadi saksi kuatnya sinergi aparat kewilayahan dan unsur adat dalam menjaga kelestarian tradisi sakral Bali. Babinsa Kelurahan Bitera Koramil 1616-01/Gianyar, Koptu I Gusti Aryo Purnomo, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bitera Aipda I Dewa Ketut Artana, berkolaborasi dengan Pecalang Desa Adat Bitera melaksanakan pendampingan dan pengamanan pementasan Calonarang serta prosesi Ida Sesuunan Pura Dalem dan Prajapati mesolah napak pertiwi dalam rangka Pujawali di Pura Dalem dan Prajapati, Desa Adat Bitera. Upacara sakral ini dilaksanakan bertepatan dengan Anggarkasih Prangbakat, Selasa (17 Februari 2026).

 

Tradisi Calonarang sendiri merupakan dramatari ritual sakral Bali yang menggambarkan pertarungan antara kekuatan dharma dan adharma, diwujudkan melalui tokoh Barong atau Empu Baradah melawan Calon Arang atau Rangda. Dipentaskan di pura pada malam hari, pertunjukan ini sarat nuansa spiritual dan mistis, kerap menghadirkan fenomena watangan matah (orang mati suri), serta diyakini sebagai upaya menyeimbangkan kekuatan magis demi keharmonisan alam semesta.

 

Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam pengamanan tersebut bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang mengikuti maupun menyaksikan rangkaian acara hiburan (ilen-ilen) Calonarang. Dengan jumlah penonton sekitar ±500 orang, kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar berkat sinergi aparat, pecalang, dan kesadaran warga dalam menjaga suasana kondusif.

 

Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan adat dan keagamaan, Babinsa terus menunjukkan komitmennya sebagai garda terdepan dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas wilayah binaan agar tetap harmonis, aman, dan berbudaya.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar